Senin, 21 Maret 2016

jurnal telaah

TELAAH JURNAL

1.      Judul
“Hubungan Antara Paritas dengan Persalinan Preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012”
1)      Judul Penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.
2)      Ada dua variabel yang di ambil oleh peneliti yaitu variabel dependent dan variabel independent.
3)      Dalam judul penelitian bisa diketahui bahwa peneliti ingin melakukan penelitian tentang pengetahuan ibu dengan status gizi balitanya, apakah ada hubungannya atau tidak.


2.      Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang, peneliti sudah memenuhi persyaratan penulisan latar belakang tetapi kekurangannya peneliti tidak mencantumkan hasil dari peneliti yang lain.
1)      Identifikasi konsep-konsep latar belakang
·         Konsep teoritik
peneliti sudah menjelaskan  tentang masalah kesehatan secara umum sebelum mengacu pada permasalahan yang ada atau secara khusus. Hal ini untuk penguat dari data yang ada.
·         Konsep empirik,
peneliti memaparkan data-data yang didapatkan dari permasalahan yang ada.
2)      Hubungan antar konsep yang tersirat
·         Peneliti sudah menjelaskan alur dari konsep yang digunakan yaitu dari konsep secara umum atau luas sebelum akhirnya  ke konsep khusus yang lebih spesifik dan lebih jelas.
·         Peneliti mempunyai alur yang jelas untuk menuju ke inti permsalahan dengan data yang ada dan didukung dengan teori yang ada.
3)      Identifikasi data yang ada, data yang dilampirkan peneliti sudah cukup jelas dan mudah dimengerti.
4)      Alur pemikiran penelitian ke permasalahan yang ada sudah jelas hanya peneliti tidak mengetahui alasan lain kenapa masih banyak  terjadi persalinan preterm seperti umur, peneliti hanya meneliti tentang paritas saja.
5)      Kelemahan sistem alur pikir peneliti tidak mencontohkan langsung ke permasalahan hanya menjelaskan secara garis besar saja.




3.      Tujuan
1)      Tujuan Umum
“Untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan persalinan preterm di          RSUD Ambarawa Tahun 2012”
Ø  Tujuan umumnya sudah jelas bahwa tujuan akhir penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012
Tujuan khusus
“Mengidentifikasi gambaran paritas ibu yang mengalami persalinan preterm, mengidentifikasi gambaran kejadian persalinan preterm dan menganalisis hubungan paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012”
Ø  Sudah dijelasan secara rinci pada tujuan khusus mengapa penelitian ini diadakan. Dan saya rasa pembaca cukup mengerti dan memahami isi dari gambaran tujuan atau penelitian yang di tulis oleh penulis tersebut.
2)      Dalam hal ini peneliti juga sudah konsisten antara judul, permasalahan dan tujuan yang akan diteliti, semua saling terkait.
3)      Tidak ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada permasalahan pada penelitian yang dilakukan peneliti.

4.      Variabel Penelitian
1)      Peneliti menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas ( independent) dan variabel terikat ( dependent).
2)      Dalam hal ini peneliti sudah konsisten antara judul, permasalahan yang ada yang terdapat pada latar belakang dengan penyajian datanya, tujuan peneliti sudah jelas, hipotesis juga sudagh jelas bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian persalinan preterm, serta variabelnya juga jelas yaitu ada dua jenis variabel yang diterapkan peneliti, sehingga tidak ada ketidakserasian antara semuanya.
3)      Koreksi penentuan variabel
·         Tidak ada pengurangan variabel karena sudah ada dua variabel yang sesuai dengan permaasalahan, tujuan dan hipotesis penelitian
·         Tidak ada penambahan variabel yang lain.





5.      Hipotesis
1)      Ada  hipotesis yang peneliti lakukan terhadap penelitiannya.
2)      Peneliti perlu melakukan uji hipotesis karena peneliti ingin mengetahui jawaban sementara dari penelitian yang perlu diuji kebenarannya.
3)     Peneliti sudah benar dalam penulisan hipotesis alasannya karena peneliti menggunakan pernyataan bukan pertanyaan dari penulisan hipotesisnya.
4)      Peneliti sudah konsisten dalam judul, permasalahan, serta hipotesis yang dilakukan tanpa mengubah informasi diluar penelitian.
5)      Tidak ada yang perlu dikoreksi dari judul, permasalahan, serta hipotesis yanga ada karena semuanya sudah cukup saling keterkaitan.

6.      Desain Penelitian
1)      Peneliti menggunakan desain penelitiannya dengan Cross Sectional merupakan pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.
2)      Peneliti sudah sesuai antara judul dan desain penelitian yang digunakan sebab desain penelitian yang digunakan memiliki dua variabel yang harus dilakukan.
3)      Koreksi terahadap desain penelitian
§  Pada sistematika desain penelitian yang dilakukan sudah cukup bagus, dan mudah dimengerti.


7.      Definisi Operasional
1)      Identifikasi desain penelitian yang di lakukan sudah baik yaitu antara definisi, alat ukur, kategori, serta skala ukur sudah jelas.
2)      Peneliti sudah menyesuaikan antara tujuan dan desain penelitiannya.
3)      Tidak ada yang perlu dikoreksi karena definisi operasionalnya saling terkait.


8.      Prosedur Penelitian
1)      Peneliti sudah jelas dalam menentukan subyek penelitian yaitu terhadap paritas dengan kejadian persalinan preterm, metode pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling dan metode pengumpulan datanya dengan master tabel.
2)      Peneliti sudah konsisten antara judul, permasalahan, tujuan, dan hipotesis dengan prosedur penelitian.
3)      Sistematika yang digunakan cukup bisa dimengerti.




9.      Pengolahan dan Analisis Data
1)      Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan chi square, karena bertujuan untuk menguji hubungan dua variabel antara variabel yang satu dengan variabel lainnya yaitu untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012 yang di tunjukkan dengan p-value 0,940. Oleh karena p-value = 0,940 > α (0,05), maka Ho gagal ditolak, dan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa pada tahun 2012.
Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel.  Diketahui bahwa dari 118 responden ibu yang bersalin di RSUD Ambarawa, sebagian besar ibu mengalami persalinan aterm, yaitu sejumlah 64 orang (54,2%). Sedangkan kejadian persalinan preterm sejumlah 42 orang (35,6%). Dan diketahui bahwa kejadian persalinan preterm lebih banyak berpeluang terjadi pada ibu grandemultipara sejumlah 40,0% dibandingkan ibu multipara sejumlah 37,3% ataupun pada ibu primipara sejumlah 32,7%.
2)      Peneliti sudah sesuai kaidah-kaidah penyajian hasil kekurangannya peneliti tidak membandingkjan dengan penelitian terdahulu.
3)      Peneliti menggunakan metode analisi data dengan analisi univariat dan bivariat dan hasil analisisnya juga mudah untuk dimengerti.
4)      Peneliti masih konsisten antar judul, permasalahan, tujuan, hipotesis, serta metode analisis adatanya tidak ada yang menyimpang dari penelitian yang dilakukan.
5)      Antar pengolahan data dan analisi datanya sudah cukup dimengerti jadi tidak ada yang perlu dikoreksi.
      10. Kesimpulan dan Saran
1) Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian, ringkas, jelas dan padat.
2) Peneliti dalam kesimpulan yang diberikan sudah konsisten antara judul, permasalahan, tujuan serta hipotesisnya.
3) Peneliti memberikan saran yang merupakan harapan peneliti.
4). Koreksi kesimpulan dan saran
·         Kesimpulan dan saran sudah cukup baik dan mudah dimengerti, saran bisa di tambahkan untuk menuliskan point tersendiri.
·         Untuk kesimpulan sudah jelas sesuai dengan permasalahan, tujuan, serta hipotesis penelitiannya.