TELAAH
JURNAL
1. Judul
“Hubungan Antara Paritas dengan
Persalinan Preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012”
1) Judul
Penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan
diteliti.
2) Ada
dua variabel yang di ambil oleh peneliti yaitu variabel dependent dan variabel
independent.
3) Dalam
judul penelitian bisa diketahui bahwa peneliti ingin melakukan penelitian
tentang pengetahuan ibu dengan status gizi balitanya, apakah ada hubungannya atau
tidak.
2. Latar Belakang Masalah
Dalam
latar belakang, peneliti sudah memenuhi persyaratan penulisan latar belakang
tetapi kekurangannya peneliti tidak mencantumkan hasil dari peneliti yang lain.
1) Identifikasi
konsep-konsep latar belakang
·
Konsep teoritik
peneliti sudah menjelaskan tentang masalah kesehatan secara umum sebelum
mengacu pada permasalahan yang ada atau secara khusus. Hal ini untuk penguat
dari data yang ada.
·
Konsep empirik,
peneliti memaparkan data-data yang
didapatkan dari permasalahan yang ada.
2) Hubungan
antar konsep yang tersirat
·
Peneliti sudah menjelaskan alur dari
konsep yang digunakan yaitu dari konsep secara umum atau luas sebelum akhirnya ke konsep khusus yang lebih spesifik dan lebih
jelas.
·
Peneliti mempunyai alur yang jelas untuk
menuju ke inti permsalahan dengan data yang ada dan didukung dengan teori yang
ada.
3) Identifikasi
data yang ada, data yang dilampirkan peneliti sudah cukup jelas dan mudah
dimengerti.
4) Alur
pemikiran penelitian ke permasalahan yang ada sudah jelas hanya peneliti tidak
mengetahui alasan lain kenapa masih banyak
terjadi persalinan preterm seperti umur, peneliti hanya meneliti tentang
paritas saja.
5) Kelemahan
sistem alur pikir peneliti tidak mencontohkan langsung ke permasalahan hanya
menjelaskan secara garis besar saja.
3. Tujuan
1) Tujuan
Umum
“Untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012”
Ø Tujuan
umumnya sudah jelas bahwa tujuan akhir penelitian adalah untuk mengetahui hubungan
antara paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012
Tujuan khusus
“Mengidentifikasi
gambaran paritas ibu yang mengalami persalinan preterm, mengidentifikasi
gambaran kejadian persalinan preterm dan menganalisis hubungan paritas dengan
kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012”
Ø Sudah
dijelasan secara rinci pada tujuan khusus mengapa penelitian ini diadakan. Dan
saya rasa pembaca cukup mengerti dan memahami isi dari gambaran tujuan atau
penelitian yang di tulis oleh penulis tersebut.
2) Dalam
hal ini peneliti juga sudah konsisten antara judul, permasalahan dan tujuan
yang akan diteliti, semua saling terkait.
3) Tidak
ada yang perlu dikoreksi karena tidak ada permasalahan pada penelitian yang
dilakukan peneliti.
4. Variabel Penelitian
1) Peneliti
menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas ( independent) dan variabel
terikat ( dependent).
2) Dalam
hal ini peneliti sudah konsisten antara judul, permasalahan yang ada yang
terdapat pada latar belakang dengan penyajian datanya, tujuan peneliti sudah
jelas, hipotesis juga sudagh jelas bahwa ada hubungan antara paritas dengan
kejadian persalinan preterm, serta variabelnya juga jelas yaitu ada dua jenis
variabel yang diterapkan peneliti, sehingga tidak ada ketidakserasian antara
semuanya.
3) Koreksi
penentuan variabel
·
Tidak ada pengurangan variabel karena
sudah ada dua variabel yang sesuai dengan permaasalahan, tujuan dan hipotesis
penelitian
·
Tidak ada penambahan variabel yang lain.
5. Hipotesis
1) Ada hipotesis yang peneliti lakukan terhadap
penelitiannya.
2) Peneliti
perlu melakukan uji hipotesis karena peneliti ingin mengetahui jawaban
sementara dari penelitian yang perlu diuji kebenarannya.
3)
Peneliti sudah benar dalam penulisan
hipotesis alasannya karena peneliti menggunakan pernyataan bukan pertanyaan
dari penulisan hipotesisnya.
4) Peneliti
sudah konsisten dalam judul, permasalahan, serta hipotesis yang dilakukan tanpa
mengubah informasi diluar penelitian.
5) Tidak
ada yang perlu dikoreksi dari judul, permasalahan, serta hipotesis yanga ada
karena semuanya sudah cukup saling keterkaitan.
6. Desain Penelitian
1)
Peneliti menggunakan desain
penelitiannya dengan Cross Sectional merupakan pendekatan, observasi atau pengumpulan data
sekaligus pada suatu saat.
2) Peneliti
sudah sesuai antara judul dan desain penelitian yang digunakan sebab desain penelitian
yang digunakan memiliki dua variabel yang harus dilakukan.
3) Koreksi
terahadap desain penelitian
§ Pada
sistematika desain penelitian yang dilakukan sudah cukup bagus, dan mudah
dimengerti.
7. Definisi Operasional
1) Identifikasi
desain penelitian yang di lakukan sudah baik yaitu antara definisi, alat ukur,
kategori, serta skala ukur sudah jelas.
2) Peneliti
sudah menyesuaikan antara tujuan dan desain penelitiannya.
3) Tidak
ada yang perlu dikoreksi karena definisi operasionalnya saling terkait.
8. Prosedur Penelitian
1) Peneliti
sudah jelas dalam menentukan subyek penelitian yaitu terhadap paritas dengan
kejadian persalinan preterm, metode pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling dan metode
pengumpulan datanya dengan master tabel.
2) Peneliti
sudah konsisten antara judul, permasalahan, tujuan, dan hipotesis dengan
prosedur penelitian.
3) Sistematika
yang digunakan cukup bisa dimengerti.
9. Pengolahan dan Analisis Data
1) Analisis
statistik yang digunakan adalah menggunakan chi square, karena bertujuan untuk menguji hubungan dua variabel antara variabel yang
satu dengan variabel lainnya yaitu untuk mengetahui hubungan antara paritas
dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa Tahun 2012 yang di
tunjukkan dengan p-value 0,940. Oleh karena p-value = 0,940 >
α (0,05), maka Ho gagal ditolak, dan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan antara paritas dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Ambarawa
pada tahun 2012.
Penyajian tabel disertai dengan narasi yang
jelas mengenai isi tabel. Diketahui
bahwa dari 118 responden ibu yang bersalin di RSUD Ambarawa, sebagian besar ibu
mengalami persalinan aterm, yaitu sejumlah 64 orang (54,2%). Sedangkan kejadian
persalinan preterm sejumlah 42 orang (35,6%). Dan diketahui bahwa kejadian persalinan
preterm lebih banyak berpeluang terjadi pada ibu grandemultipara sejumlah 40,0%
dibandingkan ibu multipara sejumlah 37,3% ataupun pada ibu primipara sejumlah
32,7%.
2) Peneliti sudah
sesuai kaidah-kaidah penyajian hasil kekurangannya peneliti tidak
membandingkjan dengan penelitian terdahulu.
3) Peneliti
menggunakan metode analisi data dengan analisi univariat dan bivariat dan hasil
analisisnya juga mudah untuk dimengerti.
4) Peneliti masih
konsisten antar judul, permasalahan, tujuan, hipotesis, serta metode analisis
adatanya tidak ada yang menyimpang dari penelitian yang dilakukan.
5) Antar
pengolahan data dan analisi datanya sudah cukup dimengerti jadi tidak ada yang
perlu dikoreksi.
10. Kesimpulan dan Saran
1) Isi kesimpulan
peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian, ringkas, jelas dan padat.
2) Peneliti
dalam kesimpulan yang diberikan sudah konsisten antara judul, permasalahan,
tujuan serta hipotesisnya.
3)
Peneliti memberikan saran yang merupakan harapan peneliti.
4).
Koreksi kesimpulan dan saran
·
Kesimpulan dan saran sudah cukup baik dan mudah
dimengerti, saran bisa di tambahkan untuk menuliskan point tersendiri.
·
Untuk kesimpulan sudah jelas sesuai dengan
permasalahan, tujuan, serta hipotesis penelitiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar